Menghadapi Masalah Hidup Seorang Muslim

Hidup memang selalu mewarnai diri kita baik senang maupun duka. Adakalanya hidup membuat seseorang bahagia. Tak jarang hingga membuat seseorang frustasi dan tertekan. Akan tetapi, beginilah hidup. Tak ada yang menyangkal bahwa hidup itu adalah bagai air di daun talas. Kadang kedudukan seseorang berada pada puncaknya, tiba-tiba jatuh tersungkur. Atau mungkin sebaliknya. Wallahu a'lam.

Suatu hal yang pasti tidak akan luput dari keseharian kita adalah yang disebut masalah atau persoalan hidup, dimanapun, kapanpun, apapun dan dengan siapapun, semuanya adalah potensi masalah. Namun andaikata kita cermati dengan seksama ternyata dengan persoalan yang persis sama, sikap orangpun berbeda-beda, ada yang begitu panik, goyah, kalut, stress tapi ada pula yang menghadapinya dengan begitu mantap, tenang atau bahkan malah menikmatinya. Siapa lagi jika bukan seorang muslim sejati.

Berikut yang sebaiknya dan seharusnya dijadikan rujukan apabila kita sedang menghadapi masalah:

1. Siap dan Sabar
Kita memang diharuskan memiliki keiinginan, cita-cita, rencana yang benar dan wajar dalam hidup ini, bahkan kita sangat dianjurkan untuk gigih berikhtiar mencapai apapun yang terbaik bagi dunia akhirat, semaksimal kemampuan yang Allah Swt berikan kepada kita.

Namun bersamaan dengan itu kitapun harus sadar bahwa kita hanyalah makhluk yang memiliki sangat banyak keterbatasan untuk mengetahui segala hal yang tidak terjangkau oleh daya nalar dan kemampuan kita.

Dan pula dalam hidup ini ternyata sering sekali atau bahkan lebih sering terjadi sesuatu yang tidak terjangkau oleh kita, yang di luar dugaan dan di luar kemampuan kita untuk mencegahnya, andaikata kita selalu terbenam tindakan yang salah dalam mensikapinya maka betapa terbayangkan hari-hari akan berlalu penuh kekecewaaan, penyesalan, keluh kesah, kedongkolan, hati yang galau, sungguh rugi padahal hidup ini hanya satu kali dan kejadian yang tak terduga pun pasti akan terjadi lagi.

Ketahuilah kita punya rencana, Allah Swt pun punya rencana, dan yang pasti terjadi adalah apa yang menjadi rencana Allah Swt sebagaimana dalam potongan ayat Al quran surat Al Baqarah {2} : 216


"...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. "

2. Ridha
Bukan sikap yang mudah, memang. Sikap ini diperlukan rasa menerima segala apa yang telah ditetapkan kepadanya dengan senang hati sebagai wujud dan rasa cintanya kepada Allah. Di sini bagaian yang paling tinggi dalam islam. Jadi bukan sekedar pasrah saja, tetapi lebih dari itu - mencintai.

3. Anggap Mudah
Terkadang penderitaan itu datangnya dari dalam diri kita, terutama pikiran. Masalah yang tak terlalu berat, dapat menjadi lebih berat jika kita menganggapnya masalah berat. "Positive thinking" atau berpikir positif dan berbaik sangka terhadap cobaan yang Allah berikan kepada kita sangatlah perlu diaplikasikan.

Yakinlah bahwa Allah Yang Maha Mengetahu segalanya pasti telah mengukur ujian yang menimpa kita sesuai dengan dosis yang tepat dengan keadaan dan kemampuan kita. Allah berfirmandalam Al quran surat Al-Insyirah {94}:5-6 


“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan, dan sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan”.

Sampai dua kali Allah Swt menegaskan janji-Nya. Tidak mungkin dalam hidup ini terus menerus mendapatkan kesulitan karena dunia bukanlah neraka. Demikian juga tidak mungkin dalam hidup ini terus menerus memperoleh kelapangan dan kemudahan karena dunia bukanlah surga. Segalanya pasti akan ada akhirnya dan dipergilirkan dengan keadilan Allah .

4. Evaluasi Diri
Banyak mengintrospeksi diri apabila kita terkena ujian atau cobaan hidup menjadi hal yang perlu. Sebab mungkin Allah ingin memperingatkan kita yang lalai atau lupa terhadap kewajiban sebagai seorang muslim. Jadikanlah setiap masalah sebagai sarana efektif untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri karena hal itulah yang menjadi keuntungan bagi diri dan niscaya dapat mengundang pertolongan Allah .

5. Tawakal
Berserah diri kepada Allah terhadap apa yang menimpa pada diri kita. Tiada suatu hal yang terjadi tanpa sepengetahuan dan kehendak Allah. Hanya kepada-Nyalah kita menyembah dan meminta pertolongan.

Oleh karenanya, jangan bebani pikiran kita dengan sesuatu yang hakikatnya kita tidak mengetahui. Berserah diri kepada Allah dan memohon pertolongan di setiap kita shalat dan berdoa. Dan jalani aktivitas sehari-hari kita dengan niat ibadah kepada Allah akan memberikan kita dua hal, meraih dunia dan pahala sebagai bekal ke akhirat.

Mudah-mudahan kita sebagai muslim diberikan Allah hati yang tenang dan pikiran yang selalu husnudzan (berbaik sangka) terhadap ujian dan cobaan hidup yang Allah berikan.


Sumber : http://firmanazka.blogspot.com/2010/10/kiat-menghadapi-masalah-hidup-seorang.html

0 comments:

Poskan Komentar

Site Stat !